Jumat, 27 September 2013

1o1 Persen

1o1 Persen
Oleh Robi Suganda

Saat saya masih kelas dua SMA. Saya mengikuti sebuah Seminar wirausaha di Jalan Gerlong, Wilayah pesantren DT.  Pembicara utama pada seminar tersebut salah satunya Hendy Setiono  pemilik Kebab Turki Baba Rafi. Pada brand  Waralabanya ini, ia mencamtumkan tulisan 1o1 persen halal, bukan 1oo persen, kalau tidak salah alasannya agar lebih menarik perhatian katanya. Mengapa 1o1 persen lebih manarik ?1 sayak agak termenung, pelan pelan saya menemukan jawabannya.

siapapun umumnya ingin mendapat kan pelayanan terbaik misalnya saat dicukur kita berharap tukang cukur mencukur rambut kita dengan model yang pas, lebih bagus ada majalah atau koran ter up date sebagai bacaan saat kita menunggu, juga  labih baik lagi setelah dicukur kepala kita dipijat  Dan Lebih nyaman pula kalo tempatnya bersih.  Begitu pun ditempat lain, saat berada di bandara, hotel, perawatan tubuh,di kampus, bimbingan belajar, tempat kursus, warung makan, kos, acara seminar, Bank, Pegadaian, tempat parkir  atau maaf di  WC umum sekalipun,  Saya atau anda seIalu ingin dilayani sebaik mungkin, mana ada orang yang mau dilayani setengah hati, 5o , juga sebagian orang pun tetap merasa kurang dengan perlakuan 8o, hampir kebanyakan orang  senang dilayani full 1oo, yah 1oo persen! Bahkan bila ada yang memberikan nilai lebih, tempat itu langsung ramai didatangi, makanya saat meihat 1o1 persen HALAL, angka 1o1 tersebut  terasa  lebih memberi keseriusan, lebih meyakinkan dan mambuat tertarik bahwa produk yang ditawarkan benar benar halal, dalam konteks ini memenuhi  keinginan kita pada produk halal.

 Ironisnya, banyak dari kita menginginkan seratus persen pelayanan, pekerjaan, atau hasil. Tapi kita jarang memberikan full seratus persen dari pekerjaan kita. Pernah karena kecerobohan saya, mesin yang saya jalani tidak dapat berproduksi selama beberapa jam. Saat itu saya tidak mengecek lampu indikator pada regulator valve pipa cleaning, sehingga program CIP diulangi artinya waktu produksi ditunda lebih lama beberapa jam dari yang ditentukan. Akibatnya perusahan mendapat  kerugian puluhan juta rupiah. begitu menyesal sekali saya setelah kejadian itu,  perasaan sedih, malu, kesal, bercampur aduk tak beraturan dalam hati saya, meski kejadian tersebut tidak sepenuhnya salah saya tapi tetap kesalahan itu tidak akan terjadi andai saya mengecek sebelumnya. 

saya hobi menulis, setelah menulis saya selalu minta Istri untuk membacanya. Bukannya memaknai tulisan saya ia  malah ia lebih banyak mengeluh dengan kesalahan kesalahan tekhnis yang saya lakukan dalam penulisan, padahal sebelumna saya berharap tanggapan dari sudut yang berbeda. Akibat nya Selain saya sudah menyita waktu istri dengan rasa tidak puas membacanya, saya pun tidak mendapat informasi yang yang saya inginkan selain koreksi masalah teknis. [meski kadang ini penting juga]


Mudah mudahan kita dapat sebaik mungkin melakukan apapun yang kita kerjakan.  Sehingga pekerjaan kita mendatangkan manfaat buat diri sendiri dan orang orang disekitar kita. Bukan sebaliknya. Dengan melakukan yang terbaik biasanya semakin banyak  manfaat diraih, waktu lebih efesien, hasilpun lebih efektif, orang disekitar juga mendapat manfaat. Jadi  Lakukan lah yang terbaik, Insya Alloh akan menerima  yang terbaik. Yuk kawan lakukan lah yang terbaikk, ok?! Kerahkan kemampuan kita, Full Seratus  persen,kurang?! Tambah jadi seratus satu persen! : ]

28 September 2o13



Tidak ada komentar:

Posting Komentar