Rabu, 25 September 2013

Elang

Elang
Oleh Robi Suganda
Saya dapat cerita tentang elang ini setelah mengikuti seminar muda mulia beberapa hari lalu, yakni tidak seperti mahluk lainnya termasuk kita ketika badai datang elang justru menghampiri badai itu. Masuk dalam gulungannya lalu menggunakan momen tornado itu untuk mendapatkan posisi paling tinggi.
Badai sebagai analogi masalah, semua orang mempunyai masalah. Orang yang tak berkeluarga, tak memiliki pengaruh atau  jabatan sekalipun meski kaya dan segala nya terpenuhi  tetap saja mempunyai masalah. Maka ada yang berseloroh kalo ga mau punya maslah jangan hidup.

Masalah tidak bisa menghindari hidup, hidup pun tak mampu lari dari masalah, kemana kita melangkah disitu memungkinkan terjadi masalah. Saya baru memiliki anak,sekarang sudah berusia hampir dua bulan. Masih bayi. Dulu saya berpikir enak ya kembali jadi bayi, tidak punya masalah, anteng. Namun pas melihat anak saya delisa baru tersadar ternyata bayi juga punya masalah. Buktinya dia suka nangis, maaf mau bab susah,  gumoh susah, saat menyusui kadang susah dan lainnya. Berarti setiap tingkat yang kita lalui ada level masalah tersendiri. Termasuk saat kita masih bayi punya level masalahnya tersendiri.

Mengapa tuhan menciptakan masalah, mengapa masalah ini datang kepada saya saja tidak ke yang lain. Mengapa harus aku?! Pikir saya suatu waktu. Beberapa waktu kemudian saya mengerti jawabannya.  Kadang dari masalah yang kita hadapi ilmu yng belum kita kuasai mendadak bisa kita kuasai dengan cepat malah sebagian menjadi ahli. Ada juga yang setelah melewati masalah malah mendapat hidayah menjadi titik balik perubahan arah hidupnya contohnya ustad yusuf mansur, juga ada yang sebelumnya dari miskin menjadi kaya misalnya dewa eka prayoga. Yang pemalu menjadi pemberani, yang semaunya menjadi bijaksana. So barangkali setiap masalah yang ada sebenarnya  bentuk kasih sang Pencipta untuk sebuah perubahan baik bagi kita. Sebuah perubahan!

Kawan, mereka yang mendapak hikmah setelah mendapat masalah adalah mereka yang berani menghadapinya, mau bekerja lebih keras, bekerja lebih cerdas, berdoa lebih khusyuk. Menuntaskan segala persoalan dalam hidup. Sama seperti elang tadi, boleh jadi seperti binatang lainnya elang memilih lari ketika badai datang, boleh saja. Tapi ketika ia memilih lari, ia tak akan pernah merasakan sensasi puncak tertinggi, tak akan pernah menjulang tinggi!

26 September 2o13
Salam sukses hakiki!
Note  ; dulu saya mengembangkan lembaga training pengembangan diri bernama Instinc. Sekarang masih vakum, logo dari instinc adalah elang  dan artinya adalah berani melawan angin, berani menghadapi tantangan!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar