Elang
Oleh Robi Suganda
Saya dapat cerita tentang elang ini
setelah mengikuti seminar muda mulia beberapa hari lalu, yakni tidak seperti
mahluk lainnya termasuk kita ketika badai datang elang justru menghampiri badai
itu. Masuk dalam gulungannya lalu menggunakan momen tornado itu untuk
mendapatkan posisi paling tinggi.
Badai sebagai analogi masalah,
semua orang mempunyai masalah. Orang yang tak berkeluarga, tak memiliki pengaruh
atau jabatan sekalipun meski kaya dan
segala nya terpenuhi tetap saja mempunyai
masalah. Maka ada yang berseloroh kalo ga mau punya maslah jangan hidup.
Masalah tidak bisa menghindari
hidup, hidup pun tak mampu lari dari masalah, kemana kita melangkah disitu
memungkinkan terjadi masalah. Saya baru memiliki anak,sekarang sudah berusia
hampir dua bulan. Masih bayi. Dulu saya berpikir enak ya kembali jadi bayi, tidak punya masalah, anteng. Namun pas melihat anak saya delisa baru tersadar ternyata
bayi juga punya masalah. Buktinya dia suka nangis, maaf mau bab susah, gumoh susah, saat menyusui kadang susah dan
lainnya. Berarti setiap tingkat yang kita lalui ada level masalah tersendiri. Termasuk
saat kita masih bayi punya level masalahnya tersendiri.
Mengapa tuhan menciptakan masalah,
mengapa masalah ini datang kepada saya saja tidak ke yang lain. Mengapa harus
aku?! Pikir saya suatu waktu. Beberapa waktu kemudian saya mengerti jawabannya.
Kadang dari masalah yang kita hadapi
ilmu yng belum kita kuasai mendadak bisa kita kuasai dengan cepat malah
sebagian menjadi ahli. Ada juga yang setelah melewati masalah malah mendapat
hidayah menjadi titik balik perubahan arah hidupnya contohnya ustad yusuf
mansur, juga ada yang sebelumnya dari miskin menjadi kaya misalnya dewa eka
prayoga. Yang pemalu menjadi pemberani, yang semaunya menjadi bijaksana. So barangkali
setiap masalah yang ada sebenarnya bentuk kasih sang Pencipta untuk sebuah perubahan
baik bagi kita. Sebuah perubahan!
Kawan, mereka yang mendapak hikmah
setelah mendapat masalah adalah mereka yang berani menghadapinya, mau bekerja
lebih keras, bekerja lebih cerdas, berdoa lebih khusyuk. Menuntaskan segala
persoalan dalam hidup. Sama seperti elang tadi, boleh jadi seperti binatang
lainnya elang memilih lari ketika badai datang, boleh saja. Tapi ketika ia memilih
lari, ia tak akan pernah merasakan sensasi puncak tertinggi, tak akan pernah menjulang
tinggi!
26 September 2o13
Salam sukses hakiki!
Note ; dulu saya mengembangkan lembaga training pengembangan
diri bernama Instinc. Sekarang masih vakum, logo dari instinc adalah elang dan artinya adalah berani melawan angin,
berani menghadapi tantangan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar