Sabtu, 26 September 2015

Kucing Sialan!


Prompt #89 : Kucing Sialan!


Istriku sedang ada tugas ke daerah lagi dan aku akan kesepian lagi sebulan ke depan. Malang bagiku jadi lelaki rumah tangga. Sialnya, aku ini lelaki yang gampang tergoda jika tidak ada kegiatan sepanjang hari. Biasanya aku mengunjungi Marni. Mantan lama yang tidak jarang juga ditinggal suaminya ke luar kota.  Tapi kini tampaknya mustahil. Apalagi sejak pertama kali rahasiaku bocor, entah bagaimana, Istriku tahu perselingkuhanku. Barangkali gosip Ibu-Ibu komplek mengingat jarak bertemu begitu dekat. Maka ia mulai mengawasiku.

Namun, pernah sekali waktu aku nekat. Melihat kondisi aman. Mungkin ia terburu-buru hingga lupa.  Seperti biasa setelah buat janji, sepeninggal istriku, esoknya aku ke rumah Marni. Membayar rindu. Perumahannya di sebrang perumahanku. Sialnya belum beberapa langkah kaki meninggalkan rumah. HP-ku berbunyi. SMS masuk.

"Kan sudah kubilang, urus rumah! Jangan coba-coba lagi bertemu mantanmu itu!"

Buluk kudukku berdiri. Kukira dia lupa. Ternyata disembunyikannya. Ampun. Dari situ pengawasanya bertambah, selain pintu depan (satu-satunya akses keluar masuk rumah) selalu dalam jarak pandang, suaraku harus terdengar. Kalau-kalau aku tengah di dapur atau di kamar mandi atau di tempat di luar jangkauan pandangnya.

Kejemuan melanda. Mencuci piring. Mengepel. Menyetrika. Semua kulakukan sambil bersiul. Oh...  malangnya menjadi bapak rumah tangga. Benar-benar bosan. Aku harus mencari akal.

Tiba-tiba jendela pintu dapur yang terpasang permanen mencuri perhatianku. Kunyalakan keran air  untuk menutupi suara kaca yang akan kupecahkan. Berhasil. Kenapa tidak terpikirkan dari dulu?

Sekarang aku menghirup udara bebas. Di jalan aku tetap bersiul. Kali ini langkahku lebih ringan ke rumah Marni.

Tiba-tiba telepon berdering. Aku terperanjat. Dari istriku? Bagaimana bisa?
"Kamu berani ketemu Marni lagi, Ya?"
Aku tergugu.

"Ga bisa ngomong, ya? Itu kucing dari dapur sedang bawa mulutmu, kamu kira aku terkecoh dengan siulanmu, ya?! Pulang!!"

Ampun. Kucing sialan. Sepertinya sebelah mata yang ditinggalkan istriku di ruang tamu melihat kucing entah dari mana membawa mulutku dari dapur. Sial!


#Ikut Meramaikan
#mudahan ngerti



2 komentar:

  1. Nggak ngerti. Kok cerita yang awalnya 'biasa' saja berubah jadi sureal ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Iya mas...sebenrnya sy lg bljr sureal...ni pertma kali..dan blm bgtu paham...jd bsa ms ksh masukan?her

      Jdi di crita di atas sudah ad sy bikin clue2 ttg pngwasan istri...misal kenapa ga d rmah kok tau suaminy mau krluar rmah...nah dstu sbnrnya si istri sudh taru sblah matanya tpi diam diam..sejak itu dtambah telinga...hehe..gtu...sy jga blm yakin ni benar apa ga...hehe

      Hapus