Tampilkan postingan dengan label Catatan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Agustus 2015

Kata MUNGKIN dan HARUS/PASTI

‪#‎ilmu‬ baru dari postingan orang.

Kata 'mungkin' lebih ringan dari kata 'harus'.
Saya harus sukses diganti saya mungkin suskes. Rasanya beda.
Saya mungkin pindah ke tempat yang lebih bikin produktif dan bergaji tinggi.
Penggunaan kata ini menghilagnkan beban, dan usaha kita cenderung maksimal.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Eureka!! ...Ini passion saya!!

Eureka!! ...Ini passion saya!!
Oleh Robi Suganda

Malam itu saya tidak bisa tidur, berkali kali saya membuka lembaran kertas yang sudah lucek, kertas itu berisi beberapa point kalimat yang baru saya tulis . Point point ini adalah inti dari materi yang harus saya persentasikan besok dikelas, setelah membuka kertas itu saya mengembangkannya dengan berbicara didepan cermin. Berkali kali. Hingga saya nyaris hafal apa saja yang mau dibicarakan.

Hal ini agak terasa susah bukan karena materi nya,  tapi menyampaikannya harus full dalam bahasa inggris. sebenarnya saya ngga begitu takut dengan bahasa inggris, selama  mengerti tema dan menghafal beberapa kata penting dalam bahasan nya, saya pasti bsa mempersentasikannya.  Tema dari deretan kalimat tersebut adalah "The Benefit Of  Writing".

Waktu yang ditentukan akhirnya tiba, tman-teman saya satu persatu maju, menunjukan aksiny, memberi persentasi dengan pilihan topik serta gaya atau metodenya masing masing. Ada yang menggunakan power point, ada juga yang menambahkan backsound mirip seperti training Motivasi. Sesekali saya termasuk teman lainnya tertawa dengan tingkah lucu beberapa diantara mereka. Setelah beres memberi persentasi maka teman teman yang lain rebutan mengangkat tangan, berlomba memberi komentar apapun seputar penampilan dan isi materi, demi memperoleh point plus yang dijanjikan ibu guru bagi siapa saja yang memberi komentar.
Dan tibalah giliran sya. Berbekal kertas lucek, dengan percaya diri saya maju kedepan, menghapus papan tulis dan memindahkan point point dalam kertas lucek tadi ke papan tulis. Entah kenapa saat menghapus tiba tiba tangan saya gemetaran bukan main, begitu juga lutut hngga betis. Tanpa disadari keringat mengalir deras di pelipis. Bahkan Hampir sekian detik saya lupa mau memulai dari mana. Sepertinya  secara tiba tiba saya  terserang penyakit demam panggung.

Saya tarik napas dalam dalam lalu mengeluarkanya, setelah merasa tenang, akhirnya saya tegapkan posisi berdiri lantas berbalik lalu memberi kata kata pembuka. Dengan suara yang tinggi dan penuh semangat.
Saya mulai menjelaskan satu per satu, apa saja manfaat manfaat menulis. Sesekali bahasa saya tidak sengaja bercampur dengan bahasa indonesia hingga mengundang tawa. Buru buru saya perbaiki bahasanya. Kadang salah satu teman membantu saya dengan menerjemahkan kata kata yang saya tidak tahu kedalam bhsa inggris. lalu Saya teruskan persentasi Sampai tuntas.

Komentar demi komentar mulai berdatangan, yang membuat saya senang, hampir kebanyakan komentarnnya positif. Salah satunya berbunyi seperti ni "robi bsa buat saya termotivasi buat menulis"
 Dilanjut lagi dengan komentar guru faworit saya, orang yang dikenal idealis, kreatif dan suka memotivasi. "Bagus, kamu terus menulis yaa"

Cerita diatas terjadi saat saya masih duduk dikelas tiga SMA, sengaja saya tulis sebab ada  pelajaran tersendiri yang bisa saya ambil darinya. Dua komentar tadi tidak pernah saya lupakan hingga saat ini, karena dari dua komentar itu pelan pelan saya menyadari apa kesenangan dan keunggulan saya. Kesenangan berbicara sambil memotivasi dan kesenangan menulis.

Kawan, salah satu hal paling penting dalam hidup adalah menemukan apa yang menjadi passion kita, karena dari passion itu hidup benar benar  terasa hidup. Hidup akan terhindar dari rutinitas dan kebosanan atau terhindar dari melakukan pekerjaan tanpa hati. Melakukan semuanya dengan hati membuat bekerja tidak menjadi beban malah seperti menjalani hobi, lebih bisa dinikmati, lebih enjoy. 

Kata pak jamil Azzaini, Penggagas Sukses Mulia dalam bukunya yang berjudul ON, salah satu ciri yang kita lakukan adalah passion kita antara lain "tumbuh", artinya Kualitas pekerjaan kita kian lama kian meningkat setiap saat. peningkatan kualitas yang berkala ini suatu waktu menjadikan kita ahli dibidang yang kita tekuni sehingga memuiliki peluang menebar manfaat buat orang orang disekeliling kita.

kawan. saya teringat cerita Archimedes, setelah berlama lama melakukan penelitian, akhirnya ia berhasil menemukan kesimpulan dari penelitiannya secara tidak sengaja ketika mandi. saat itu mbah Archimedes 'nyemplung' di bak mandi, bak yang sebelumnya penuh menjadi tidak penuh, sebagian tumpah meluber keluar. Lantas pelan pelan ia menyadari bahwa berat air yang tumpah sama dengan gaya yang diteima tubuhnya oleh permukaan air yang naik. saking girangnya ia berlari lari dijalan sambil berteriak Eureuka!! Eureuka!!, orang orang menatapnya aneh, bahkan sebagian menganggapanya gila, beberapa saat kemudian mbah archimedes baru menyadari kalo ia masih telanjang. 

Berdasarkan situs wikipedia, Eureka adalah kata seruan yang digunakan untuk melambangkan penemuan suatu hal. Kata ini berasal dari bahasa Yunani Εὕρηκα/Ηὕρηκα - Heurēka/Hēurēka yang berarti "Aku telah menemukannya.", maka kawan, ada saat nya kita susah sekali menemukan apa sih minat saya, apa sih passion saya?! Tidak perlu khawatir, Saran saya teruslah mencari, hingga suatu saat nanti dari sekian pekerjaan anda, satu diantaranya anda melakukannya tanpa beban, kadang lupa waktu, dan pekerjaan tersebut kian lama kian meningkat kualitasya. Maka berteriaklah...eureka!! Eureka!! Ini Passion saya!!!

Rabu, 02 Oktober 2013

Bunyi Klakson Dan Laju Perubahan

Bunyi Klakson Dan Laju Perubahan
Oleh Robi Suganda

Jalanan tidak pernah sepi oleh kendaraan, apalagi hari sabtu, jalanan makin padat oleh para pendatang ibu kota. maklum jarak bandung-jakarta amat dekat. Mudah dilalui dengan cepat menggunakan kendaraan pribadi. Diantara kendaraan yang berhamburan di jalan, saya dengan kuda besi kesayangan menyelip disana, menjalankan rutinitas harian, berangkat kerja. Suatu ketika saat hendak berbelok memasuki jalan didepan saya, tiba tiba bunyi  klakson yang amat besar membuat saya tersentak, hitungan detik saya belokan motor saya kearah berlawanan dari niat saya semula. Sebab ternyata sebuah truk besar tepat beberapa meter dibelakang saya hendak melaju lurus sehingga bila sebelumnya saya jadi berbelok sepertinya kecepatannya tak sanggup mengimbangi laju kendaraan milik saya hingga beresiko terjadinya kecelakan, tentu dampak paling fatal akan dialami saya sebagai pengendara kuda besi.
Efek dari bunyi klakson yang nyaring itu masih terasa, masih terasar degup jantung berkali kali memukul mukul dada,  pada beberapa meter berikutnya. Tak sadar keringat sudah mengalir banyak pada pelipis, meki sesaat namun amat was was saya dibuatnya.

Pernahkan sahabat mengalami hal yang sama? Kejadian diatas tidak jarang saya alami. Namun tidak melulu dari truk. Dari beragam kendaraan. Satu kejadian tersebut sengaja saya tuliskan karena ada pelajaran tersendiri buat saya setelah mengalaminya, seandainya truk tersebut tidak membunyikan klakson, tentu skenario paling buruk saya sudah berada diatas ranjang rumah sakit. Lebih parah lagi bila sekujur tubuh sudah tertutup kain putih, Na’udzubillah. Lalu saya merenung bahwa semakin besar kendaraaan besar pula bunyi klaksonnya, bayangkan bila suara klakson truk barusan sebesar bunyi lonceng speda, pastinya suaranya akan tertutupi suara kendaaraan lain, Maka saya akan mengalami skenario terburuk tersebut.

Bukankah hidup ini sama halnya seperti berada dijalanan, sedangkan bunyi klakson bisa dianalogikan seperti teguran atau nasihat dari seseorang. Ada bermacam bunyi klakson yang kita dengar sama halnya dengan banyak jenis nasihat atau teguran yang kita terima, Dalam situasi yang amat darurat  tidak jarang kita mendapatkan bentakan keras atau malah kata kata tajam dari seseorang,  dan posisi kita adalah posisi yang tidak kita sadari amat berbahaya. Misalnya saat hendak menginjak beling, orang dari jauh tentu berteriak “AWAS!!!”,lantas setelah spontan menghindar kita mengelus ngelus dada. Sembari berhamdalah.  Ada pula situasi saat kita mendapat masukan atau nasihat namun kita belum berada dikondisi tersebut “nanti kalo bawa motor jangan ngebut ngebu yaa” cenderung disampaikan pelan. Tak sering juga ada yang menyampaikan dengan nada atau pilihan kata yang tak enak,”kamu kok bau banget sich, kamu kok teledor sich, dll” dan macam lainya.

Nah, dari beragam jenis masukan tersebut ada pula bermacam macam responnya. Mari kembali kejalanan, orang yang mendapat klakson memiliki respon yang berbeda beda juga, ada yang marah sampai memaki maki, ada yang berucap syukur dan terima kasih, ada yang cuek dan tak bergeming,  Ada pula yang balik meng klakson sebagai bentuk kejengkelan dan macam lainnya. Begitu juga bukankah saat diberi masukan  mcam macam respon kita. Ada yang marah dan memaki maki, ada yang tak mau kalah malah balik memberi masukan dengan argumennya, ada yang cuek tidak menggubris sama sekali, dan ada pula yang bersyukur lalu mengucapkan terima kasih.

Pilihan ada di tangan kita kawan, apapun sikap kita , apapun respon kita , tetap adalah pilihan kita. Kita tak pernah bisa lari dari masukan, nasihat atau teguran, ia selalu menjadi bagian dalam kehidupan. Hanya saja saat kita bersikap salah, resiko hampir sering bukan hanya ditanggung kita bisa juga orang orang yang dekat dengan kita. Saat memilih cuek tehadapa bunyi klakson dijalan, maka selain saya atau anda sebagai pengendara,  orang yang kita bonceng ikut celaka bukan?

So, bersyukurlah pada situasi apapun saat mendapat masukan seperti apapun bentuk masukan tersebut. Sebab sikap yang benar bisa jadi merupakan titik balik kehidupan kita, saat tak jadi melaju lurus, dan memlih melaju belok boleh jadi itulah laju perubahan nasib kearah yang lebih baik sehingga selamat dari celaka.  Maka, jangan abaikan segala macam bunyi klakson, berhenti cuek,  memaki atau balik menggurui, berterima kasihlah lah, bersyukurlah pada Yang Maha kuasa akan rahmatnya , kemudian kembali melaju menempuh laju perubahan!









Jumat, 27 September 2013

1o1 Persen

1o1 Persen
Oleh Robi Suganda

Saat saya masih kelas dua SMA. Saya mengikuti sebuah Seminar wirausaha di Jalan Gerlong, Wilayah pesantren DT.  Pembicara utama pada seminar tersebut salah satunya Hendy Setiono  pemilik Kebab Turki Baba Rafi. Pada brand  Waralabanya ini, ia mencamtumkan tulisan 1o1 persen halal, bukan 1oo persen, kalau tidak salah alasannya agar lebih menarik perhatian katanya. Mengapa 1o1 persen lebih manarik ?1 sayak agak termenung, pelan pelan saya menemukan jawabannya.

siapapun umumnya ingin mendapat kan pelayanan terbaik misalnya saat dicukur kita berharap tukang cukur mencukur rambut kita dengan model yang pas, lebih bagus ada majalah atau koran ter up date sebagai bacaan saat kita menunggu, juga  labih baik lagi setelah dicukur kepala kita dipijat  Dan Lebih nyaman pula kalo tempatnya bersih.  Begitu pun ditempat lain, saat berada di bandara, hotel, perawatan tubuh,di kampus, bimbingan belajar, tempat kursus, warung makan, kos, acara seminar, Bank, Pegadaian, tempat parkir  atau maaf di  WC umum sekalipun,  Saya atau anda seIalu ingin dilayani sebaik mungkin, mana ada orang yang mau dilayani setengah hati, 5o , juga sebagian orang pun tetap merasa kurang dengan perlakuan 8o, hampir kebanyakan orang  senang dilayani full 1oo, yah 1oo persen! Bahkan bila ada yang memberikan nilai lebih, tempat itu langsung ramai didatangi, makanya saat meihat 1o1 persen HALAL, angka 1o1 tersebut  terasa  lebih memberi keseriusan, lebih meyakinkan dan mambuat tertarik bahwa produk yang ditawarkan benar benar halal, dalam konteks ini memenuhi  keinginan kita pada produk halal.

 Ironisnya, banyak dari kita menginginkan seratus persen pelayanan, pekerjaan, atau hasil. Tapi kita jarang memberikan full seratus persen dari pekerjaan kita. Pernah karena kecerobohan saya, mesin yang saya jalani tidak dapat berproduksi selama beberapa jam. Saat itu saya tidak mengecek lampu indikator pada regulator valve pipa cleaning, sehingga program CIP diulangi artinya waktu produksi ditunda lebih lama beberapa jam dari yang ditentukan. Akibatnya perusahan mendapat  kerugian puluhan juta rupiah. begitu menyesal sekali saya setelah kejadian itu,  perasaan sedih, malu, kesal, bercampur aduk tak beraturan dalam hati saya, meski kejadian tersebut tidak sepenuhnya salah saya tapi tetap kesalahan itu tidak akan terjadi andai saya mengecek sebelumnya. 

saya hobi menulis, setelah menulis saya selalu minta Istri untuk membacanya. Bukannya memaknai tulisan saya ia  malah ia lebih banyak mengeluh dengan kesalahan kesalahan tekhnis yang saya lakukan dalam penulisan, padahal sebelumna saya berharap tanggapan dari sudut yang berbeda. Akibat nya Selain saya sudah menyita waktu istri dengan rasa tidak puas membacanya, saya pun tidak mendapat informasi yang yang saya inginkan selain koreksi masalah teknis. [meski kadang ini penting juga]


Mudah mudahan kita dapat sebaik mungkin melakukan apapun yang kita kerjakan.  Sehingga pekerjaan kita mendatangkan manfaat buat diri sendiri dan orang orang disekitar kita. Bukan sebaliknya. Dengan melakukan yang terbaik biasanya semakin banyak  manfaat diraih, waktu lebih efesien, hasilpun lebih efektif, orang disekitar juga mendapat manfaat. Jadi  Lakukan lah yang terbaik, Insya Alloh akan menerima  yang terbaik. Yuk kawan lakukan lah yang terbaikk, ok?! Kerahkan kemampuan kita, Full Seratus  persen,kurang?! Tambah jadi seratus satu persen! : ]

28 September 2o13



Rabu, 25 September 2013

Elang

Elang
Oleh Robi Suganda
Saya dapat cerita tentang elang ini setelah mengikuti seminar muda mulia beberapa hari lalu, yakni tidak seperti mahluk lainnya termasuk kita ketika badai datang elang justru menghampiri badai itu. Masuk dalam gulungannya lalu menggunakan momen tornado itu untuk mendapatkan posisi paling tinggi.
Badai sebagai analogi masalah, semua orang mempunyai masalah. Orang yang tak berkeluarga, tak memiliki pengaruh atau  jabatan sekalipun meski kaya dan segala nya terpenuhi  tetap saja mempunyai masalah. Maka ada yang berseloroh kalo ga mau punya maslah jangan hidup.

Masalah tidak bisa menghindari hidup, hidup pun tak mampu lari dari masalah, kemana kita melangkah disitu memungkinkan terjadi masalah. Saya baru memiliki anak,sekarang sudah berusia hampir dua bulan. Masih bayi. Dulu saya berpikir enak ya kembali jadi bayi, tidak punya masalah, anteng. Namun pas melihat anak saya delisa baru tersadar ternyata bayi juga punya masalah. Buktinya dia suka nangis, maaf mau bab susah,  gumoh susah, saat menyusui kadang susah dan lainnya. Berarti setiap tingkat yang kita lalui ada level masalah tersendiri. Termasuk saat kita masih bayi punya level masalahnya tersendiri.

Mengapa tuhan menciptakan masalah, mengapa masalah ini datang kepada saya saja tidak ke yang lain. Mengapa harus aku?! Pikir saya suatu waktu. Beberapa waktu kemudian saya mengerti jawabannya.  Kadang dari masalah yang kita hadapi ilmu yng belum kita kuasai mendadak bisa kita kuasai dengan cepat malah sebagian menjadi ahli. Ada juga yang setelah melewati masalah malah mendapat hidayah menjadi titik balik perubahan arah hidupnya contohnya ustad yusuf mansur, juga ada yang sebelumnya dari miskin menjadi kaya misalnya dewa eka prayoga. Yang pemalu menjadi pemberani, yang semaunya menjadi bijaksana. So barangkali setiap masalah yang ada sebenarnya  bentuk kasih sang Pencipta untuk sebuah perubahan baik bagi kita. Sebuah perubahan!

Kawan, mereka yang mendapak hikmah setelah mendapat masalah adalah mereka yang berani menghadapinya, mau bekerja lebih keras, bekerja lebih cerdas, berdoa lebih khusyuk. Menuntaskan segala persoalan dalam hidup. Sama seperti elang tadi, boleh jadi seperti binatang lainnya elang memilih lari ketika badai datang, boleh saja. Tapi ketika ia memilih lari, ia tak akan pernah merasakan sensasi puncak tertinggi, tak akan pernah menjulang tinggi!

26 September 2o13
Salam sukses hakiki!
Note  ; dulu saya mengembangkan lembaga training pengembangan diri bernama Instinc. Sekarang masih vakum, logo dari instinc adalah elang  dan artinya adalah berani melawan angin, berani menghadapi tantangan!