Sabtu, 24 Mei 2014

Menulis Untuk Perubahan

Menulis Untuk Perubahan
Oleh Robi Suganda

Ada sebuah penelitian mengenai pengaruh sebuah tulisan kepada pembaca, di mana beberapa orang di minta membaca sebuah cerita sembilan halaman tentang sebuah pembunuhan di mal. Hasilnya, pembaca yang begitu hanyut dalam cerita cenderung yakin bahwa mal merupakan tempat yang tidak aman di pikirannya. Masalah cerita itu khayalan atau true story ternyata tidak berpengaruh bagi pembaca. Kesimpulannya berdasarkan penelitian yang di lakukan Melanie Green dan Timothy Brock dari Ohio State University bahwa cerita yang menghanyutkan pembacanya mampu membujuk dan mempengaruhi keyakinan pembaca tersebut.1

Pernah baca karya fiksi yang berjudul Altneuland (old new land) karya Benyamin Se’eb alias Theodore Herzl? Bila belum kita Sama.hehe. Katanya buku tersebut  mampu menginspirasi jutaan orang yahudi untuk membangun negara yahudi raya alias Israel dengan merampas hak-hak orang palestina!.2 Sekarang lihatlah saat ini  bagaimana hampir seluruh sisi-sisi kehidupan kita dikuasai olehnya?

Bagi saya tulisan sama seperti senjata. Bahaya atau tidaknya ia bergantung siapa yang menggunakan. Bila di pegang orang yang salah Tulisan mampu melahirkan kekuatan kejam dan berbahaya seperti kekuatan israel yang bisa kita rasakan pengaruhnya sekarang ini. Juga bukankah media mampu membuat yang benar terlihat salah. Yang seharusnya di bela malah di hakimi. Yang harus terlihat jadi tak terlihat. Pertanyaannya adalah bagaimana bila setiap tulisan di pegang oleh agen-agen perubahan?

Pernah baca Novel Laskar Pelangi Atau Ketika Cinta Bertasbih? Dua novel tersebut termasuk novel favorite saya. Dari Novel Laskar pelangi  Saya makin yakin dengan kekuatan mimpi dan kerja keras untuk meraihnya. Sedangkan dari Novel Ketika Cinta Bertasbih kehidupan Azzam benar-benar Menginspirasi. Pribadinya yang mandiri serta ketabahannya dan komitmennya dalam menjemput jodoh amat menginspirasi dan mengukuhkan keyakinan saya tentang kemandirian finasnsial serta prinsip  jodoh nggak akan kemana. Pantaskan diri saja.

Baru-baru ini, sejak pertengahan tahun kemarin hingga sekarang, saya berusaha fokus untuk mendalami dunia kepenulisan. Khususnya menulis fiksi. Ada satu Cerpen saya berjudul Doa Tali sandal yang ceritanya terinspirasi dari cerita nyata yang pernah saya baca di situs Jammilazzaini.com. Tentunya  dengan perubahan penokohan, alur, plot, setting, latar dan penambahan pesan moral. Cerpen itu saya post di blog dan komunitas menulis. Reaksinya beragam disamping kritik seputar ilmu kepenulisan,  banyak yang terharu setelah  membacanya. Rata-rata mereka (Pembaca) jadi teringat ibunya. Ada kebahagian tersendiri bagi saya sebagai penulisnya. Setidaknya pembaca mendapat pesan moral yang coba saya sampaikan tentang kekuatan doa seorang ibu.

Maka tulisan akan berperan menjadi sarana pembaca untuk berubah menjadi lebih baik bila di tulis oleh mereka yang merasa perlu berbagi pesan-pesan moral. Karena itu saya mau jadi penulis. Agar bisa berkontribusi untuk perubahan bersama ke arah yang lebih baik.

Maka  saya menyadari menulis tak lagi sekedar hobi atau bahkan mengejar materi atau popularitas saja. Ada misi yang kita emban sebagai manusia. Yaitu menyampaikan kebaikan atau pesan moral kepada sesama. Sekali lagi sebuah tulisan yang membuat pembacanya terhanyut di dalamnya  mampu mengubah persepsi dan keyakiknan pembaca tersebut. Dan  bukan tidak mungkin bila bangsa yahudi saja sudah melakukannya, kelak akan lahir perubahan bahkan peradaban dari huruf-huruf yang kita tuangkan melalui karya-karya tulis kita. Sebuah perubahan agar esok lebih baik dari sekarang. Sebuah peradaban yang menjadi cita-cita umat Islam.

Meminjam motto dari komunitas bisa menulis yang di asuh bapak Isa Alamsyah penulis buku Best Seller No Excuse, setidaknya sekali dalam hidup minimal ada satu buku yang kita hasilkan. Satu buku sebelum mati. Sebagai sumbangsih kecil kita untuk menyampaikan pesan moral kepada sesama. Mari menulis untuk perubahan. Maka inilah alasan saya mau menjadi penulis!

Setiap tetes tinta seorang penulis adalah darah bagi perubahan peradaban
                                                                        Moohammad Fauzil Adhim

1Andrea, Kekuatan Cerita Yang Luar Biasa dalam Membujuk Dan Mempengaruhi Orang, propsikologika, diakses dari http:// propsikologika.com, pada tanggal 24 mei 2014 pukul 13.00.
2 Moohammad Fauzil Adhim,Inspiring Words For Writers,Proyou,Yogjakarta,2005,hlm.64.