"Kenapa lampunya ga di nyalakan, dek?"
(Dipanggil ade, serasa muda..he. Padahal lagi bonceng anak sama istri.)
"Lupa pak,he," saya nyengir.
"Mana Sim sama STNK?"
Saya sodorkan STNK setelah itu mencari sim di dompet. Tapi saya baru ingat, sim nya ada di tas. Dan tas nya tertinggal di rumah.
"Wah ketinggalan, kemarin baru urus stnk jadi belum saya msukan lagi ke dompet. Lihat aj stnk nya msih baru."
"Saya tilang STNK nya"
"Baru kemarin dapat STNK baru, masa diambil lagi pak?"
"Sim kamu ga da salah kamu salah saya?!"
(Suaranya meninggi)
"Salah saya!"
Suara saya ga kalah tinggi. Baik baik ngomong di bentak. Haduh.
(Suaranya meninggi)
"Salah saya!"
Suara saya ga kalah tinggi. Baik baik ngomong di bentak. Haduh.
"Turun dulu! Ikut saya ke pos dulu," bentaknya lagi. Polisi menunjuk sebrang jalan. Sebenarnya bukan pos, hanya halte yang tidak terpakai. Tapi saya harus mengantar istri dan anak. Waktu udah mepet.
"Disini aja! Knpa harus ksana?!"
Polisi tampak kaget.
"Ya udah, turun dulu."
"Tilang di sini aj. Tulis aja sekarang. Saya ga bisa turun! Ni ada anak."
Sekali lagi, polisi tampak kaget.Tergopoh gopoh ia menulis surat tilang warna pink. Rautnya tampak kesal. Karena sya merasa sudah mengakui, sya ga mau warna pink, saya minta surat warna biru.
"Surat biru udah ga bisa, pembayaran di bri udah tdk tersedia. "
" Jadi sya ditilang karena ga nyalakan lampu pak?"
"Ya! Sama ga bawa sim! Ambil di pengadilan tanggal sekian..."
Sya lihat jalanan dan menunjuk dua-tiga orang yg ga menyalakan lampu. Banyak juga yang ga pke helm.
Polisinya merasa kaget plus kesal, tapi buru buru dia hentikan motor yg sy tunjuk. Karena urusan dengan saya udah beres dan sya hrus bergegas pergi mka saya tinggalkan polisi itu. Polisinya tampak melihat sya sambil menilang motor yg saya tunjuk. Sy senyum saja sambil berlalu.
Ngerti sekarang lagi tanggal tua. Tapi salah sasaran pak. He
Tidak ada komentar:
Posting Komentar