1.Elang
2. 101 Persen
3. Bunyi Klakson dan Laju Perubahan
4. Eureka!!...Ini Passion saya!!
5. Bicara depan orang banyak
6. Menulis Untuk Perubahan
Selasa, 06 Mei 2014
Kamis, 17 Oktober 2013
Terpikat
Terpikat
Sengaja ku berteriak
Agar dua bola matamu
Tanpa enggan menatap
Agar dua bola matamu
Tanpa enggan menatap
Sengaja ku berbuat
Mengundangmu
Sepenuh hati tanggap
Mengundangmu
Sepenuh hati tanggap
Sengaja ku menjauh
Berharap lilin egomu luluh
Berharap lilin egomu luluh
Akhirnya
Untukmu
Sengaja ku lenyap
Tertelan asa yang mengasap
Sengaja ku lenyap
Tertelan asa yang mengasap
Padahal
Pada relung relung hati
Tanpa siapapun tau
Diam diam
Pada relung relung hati
Tanpa siapapun tau
Diam diam
Ia sudah Terpikat
17 oktober 2013
Robi
Sebuah Buku dan Dinding
cerita di hapus. mau baca..buka aja link di bawah.
selsai tanggal 17 oktober dan lupa kapan mulai dibuat..he
link saat saya mempostnya di KBM
https://www.facebook.com/notes/komunitas-bisa-menulis/sebuah-buku-dan-dinding/598515606877001
https://www.facebook.com/notes/komunitas-bisa-menulis-bandung/sebuah-buku-dan-dinding/164592680407134
link saat saya mempostnya di KBM
https://www.facebook.com/notes/komunitas-bisa-menulis/sebuah-buku-dan-dinding/598515606877001
https://www.facebook.com/notes/komunitas-bisa-menulis-bandung/sebuah-buku-dan-dinding/164592680407134
Selasa, 15 Oktober 2013
Jejakmu
Merebah ku dalam kenangan
Menggeliat senang
Dimanja lamunan beberapa tahun silam
Menggeliat senang
Dimanja lamunan beberapa tahun silam
Diufuk senja keemasan
Pada tepi bahari yang menawan
Jejak jejak kita menapak
Pada tepi bahari yang menawan
Jejak jejak kita menapak
Kaki kaki kita susul menyusul
Dikejar deburan ombak
Senyum mu terpancar
Menteramkan
Dikejar deburan ombak
Senyum mu terpancar
Menteramkan
Diam diam desir angin menyapunya
Setapak demi setapak
Perlahan baru kusadar
Jejakmu lenyap
Setapak demi setapak
Perlahan baru kusadar
Jejakmu lenyap
Kau tau
Kenyataan galak membangunkanku
Memaksaku menenggak kepahitan
hati seolah terikat duri dan onak
Kenyataan galak membangunkanku
Memaksaku menenggak kepahitan
hati seolah terikat duri dan onak
Tak kusangka
Jejak mu
Lari dengan Jejak baru
16 Oktober 2013
Robi Suganda
Jejak mu
Lari dengan Jejak baru
16 Oktober 2013
Robi Suganda
Sabtu, 05 Oktober 2013
Eureka!! ...Ini passion saya!!
Eureka!! ...Ini passion saya!!
Oleh Robi Suganda
Malam itu saya tidak bisa tidur, berkali kali saya membuka lembaran kertas yang sudah lucek,
kertas itu berisi beberapa point kalimat yang baru saya tulis . Point
point ini adalah inti dari materi yang harus saya persentasikan besok dikelas, setelah membuka
kertas itu saya mengembangkannya dengan berbicara didepan cermin. Berkali kali.
Hingga saya nyaris hafal apa saja yang mau dibicarakan.
Hal ini agak terasa susah bukan karena materi nya,
tapi menyampaikannya harus full dalam bahasa inggris. sebenarnya saya ngga begitu takut dengan
bahasa inggris, selama mengerti tema dan menghafal beberapa kata penting
dalam bahasan nya, saya pasti bsa mempersentasikannya. Tema dari deretan
kalimat tersebut adalah "The Benefit Of Writing".
Waktu yang ditentukan akhirnya tiba, tman-teman saya satu
persatu maju, menunjukan aksiny, memberi persentasi dengan pilihan topik serta
gaya atau metodenya masing masing. Ada yang menggunakan power point, ada juga
yang menambahkan backsound mirip seperti training Motivasi. Sesekali saya
termasuk teman lainnya tertawa dengan tingkah lucu beberapa diantara mereka.
Setelah beres memberi persentasi maka teman teman yang lain rebutan mengangkat
tangan, berlomba memberi komentar apapun seputar penampilan dan isi materi,
demi memperoleh point plus yang dijanjikan ibu guru bagi siapa saja yang
memberi komentar.
Dan tibalah giliran sya. Berbekal kertas lucek, dengan
percaya diri saya maju kedepan, menghapus papan tulis dan memindahkan point
point dalam kertas lucek tadi ke papan tulis. Entah kenapa saat menghapus tiba
tiba tangan saya gemetaran bukan main, begitu juga lutut hngga betis. Tanpa
disadari keringat mengalir deras di pelipis. Bahkan Hampir sekian detik saya
lupa mau memulai dari mana. Sepertinya secara tiba tiba saya
terserang penyakit demam panggung.
Saya tarik napas dalam dalam lalu mengeluarkanya, setelah
merasa tenang, akhirnya saya tegapkan posisi berdiri lantas berbalik lalu memberi
kata kata pembuka. Dengan suara yang tinggi dan penuh semangat.
Saya mulai menjelaskan satu per satu, apa saja manfaat
manfaat menulis. Sesekali bahasa saya tidak sengaja bercampur dengan bahasa
indonesia hingga mengundang tawa. Buru buru saya perbaiki bahasanya. Kadang
salah satu teman membantu saya dengan menerjemahkan kata kata yang saya tidak
tahu kedalam bhsa inggris. lalu Saya teruskan persentasi Sampai tuntas.
Komentar demi komentar mulai berdatangan, yang membuat saya
senang, hampir kebanyakan komentarnnya positif. Salah satunya berbunyi seperti
ni "robi bsa buat saya termotivasi buat menulis"
Cerita diatas terjadi saat saya masih duduk dikelas tiga
SMA, sengaja saya tulis sebab ada pelajaran tersendiri yang bisa saya ambil
darinya. Dua komentar tadi tidak pernah saya lupakan hingga saat ini, karena dari dua
komentar itu pelan pelan saya menyadari apa kesenangan dan keunggulan saya.
Kesenangan berbicara sambil memotivasi dan kesenangan menulis.
Kawan, salah satu hal paling penting dalam hidup adalah
menemukan apa yang menjadi passion kita, karena dari passion itu hidup benar
benar terasa hidup. Hidup akan terhindar dari rutinitas dan kebosanan
atau terhindar dari melakukan pekerjaan tanpa hati. Melakukan semuanya dengan
hati membuat bekerja tidak menjadi beban malah seperti menjalani hobi, lebih
bisa dinikmati, lebih enjoy.
Kata pak jamil Azzaini, Penggagas Sukses Mulia dalam bukunya yang berjudul ON, salah satu ciri yang kita lakukan
adalah passion kita antara lain "tumbuh", artinya Kualitas pekerjaan
kita kian lama kian meningkat setiap saat. peningkatan kualitas yang berkala ini suatu waktu menjadikan kita ahli dibidang yang kita tekuni sehingga memuiliki peluang menebar manfaat buat orang orang disekeliling kita.
Berdasarkan situs wikipedia, Eureka adalah kata seruan yang digunakan untuk melambangkan penemuan suatu hal. Kata ini berasal dari bahasa Yunani Εὕρηκα/Ηὕρηκα - Heurēka/Hēurēka yang berarti "Aku telah menemukannya.", maka kawan, ada saat nya kita susah sekali menemukan apa sih
minat saya, apa sih passion saya?! Tidak perlu khawatir, Saran saya teruslah
mencari, hingga suatu saat nanti dari sekian pekerjaan anda, satu diantaranya
anda melakukannya tanpa beban, kadang lupa waktu, dan pekerjaan tersebut kian
lama kian meningkat kualitasya. Maka berteriaklah...eureka!! Eureka!! Ini
Passion saya!!!
Rabu, 02 Oktober 2013
Bunyi Klakson Dan Laju Perubahan
Bunyi
Klakson Dan Laju Perubahan
Oleh
Robi Suganda
Jalanan
tidak pernah sepi oleh kendaraan, apalagi hari sabtu, jalanan makin padat oleh
para pendatang ibu kota. maklum jarak bandung-jakarta amat dekat. Mudah dilalui
dengan cepat menggunakan kendaraan pribadi. Diantara kendaraan yang berhamburan
di jalan, saya dengan kuda besi kesayangan menyelip disana, menjalankan
rutinitas harian, berangkat kerja. Suatu ketika saat hendak berbelok memasuki
jalan didepan saya, tiba tiba bunyi
klakson yang amat besar membuat saya tersentak, hitungan detik saya
belokan motor saya kearah berlawanan dari niat saya semula. Sebab ternyata
sebuah truk besar tepat beberapa meter dibelakang saya hendak melaju lurus sehingga
bila sebelumnya saya jadi berbelok sepertinya kecepatannya tak sanggup
mengimbangi laju kendaraan milik saya hingga beresiko terjadinya kecelakan,
tentu dampak paling fatal akan dialami saya sebagai pengendara kuda besi.
Efek
dari bunyi klakson yang nyaring itu masih terasa, masih terasar degup jantung
berkali kali memukul mukul dada, pada
beberapa meter berikutnya. Tak sadar keringat sudah mengalir banyak pada
pelipis, meki sesaat namun amat was was saya dibuatnya.
Pernahkan sahabat mengalami hal
yang sama? Kejadian diatas tidak jarang saya alami. Namun tidak melulu dari
truk. Dari beragam kendaraan. Satu kejadian tersebut sengaja saya tuliskan
karena ada pelajaran tersendiri buat saya setelah mengalaminya, seandainya truk
tersebut tidak membunyikan klakson, tentu skenario paling buruk saya sudah
berada diatas ranjang rumah sakit. Lebih parah lagi bila sekujur tubuh sudah
tertutup kain putih, Na’udzubillah. Lalu
saya merenung bahwa semakin besar kendaraaan besar pula bunyi klaksonnya,
bayangkan bila suara klakson truk barusan sebesar bunyi lonceng speda, pastinya
suaranya akan tertutupi suara kendaaraan lain, Maka saya akan mengalami
skenario terburuk tersebut.
Bukankah hidup ini sama halnya
seperti berada dijalanan, sedangkan bunyi klakson bisa dianalogikan seperti
teguran atau nasihat dari seseorang. Ada bermacam bunyi klakson yang kita
dengar sama halnya dengan banyak jenis nasihat atau teguran yang kita terima, Dalam
situasi yang amat darurat tidak jarang
kita mendapatkan bentakan keras atau malah kata kata tajam dari seseorang, dan posisi kita adalah posisi yang tidak kita
sadari amat berbahaya. Misalnya saat hendak menginjak beling, orang dari jauh
tentu berteriak “AWAS!!!”,lantas setelah spontan menghindar kita mengelus
ngelus dada. Sembari berhamdalah. Ada
pula situasi saat kita mendapat masukan atau nasihat namun kita belum berada
dikondisi tersebut “nanti kalo bawa motor jangan ngebut ngebu yaa” cenderung
disampaikan pelan. Tak sering juga ada yang menyampaikan dengan nada atau
pilihan kata yang tak enak,”kamu kok bau banget sich, kamu kok teledor sich,
dll” dan macam lainya.
Nah, dari beragam jenis masukan
tersebut ada pula bermacam macam responnya. Mari kembali kejalanan, orang yang
mendapat klakson memiliki respon yang berbeda beda juga, ada yang marah sampai
memaki maki, ada yang berucap syukur dan terima kasih, ada yang cuek dan tak
bergeming, Ada pula yang balik meng
klakson sebagai bentuk kejengkelan dan macam lainnya. Begitu juga bukankah saat
diberi masukan mcam macam respon kita. Ada
yang marah dan memaki maki, ada yang tak mau kalah malah balik memberi masukan
dengan argumennya, ada yang cuek tidak menggubris sama sekali, dan ada pula
yang bersyukur lalu mengucapkan terima kasih.
Pilihan ada di tangan kita kawan,
apapun sikap kita , apapun respon kita , tetap adalah pilihan kita. Kita tak
pernah bisa lari dari masukan, nasihat atau teguran, ia selalu menjadi bagian
dalam kehidupan. Hanya saja saat kita bersikap salah, resiko hampir sering bukan
hanya ditanggung kita bisa juga orang orang yang dekat dengan kita. Saat memilih
cuek tehadapa bunyi klakson dijalan, maka selain saya atau anda sebagai pengendara,
orang yang kita bonceng ikut celaka
bukan?
Langganan:
Postingan (Atom)